Mengenal Profesi : IT Infrastructure

Mengenal Profesi : IT Infrastructure

Di era transformasi digital, profesi IT Infrastructure memegang peran krusial dalam memastikan seluruh sistem teknologi perusahaan berjalan stabil, aman, dan dapat diandalkan. Tanpa infrastruktur IT yang baik, operasional bisnis modern—mulai dari email, aplikasi internal, hingga sistem produksi—dapat terhenti.

Apa Itu Profesi IT Infrastructure?

IT Infrastructure adalah bidang pekerjaan yang bertanggung jawab atas perencanaan, pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi perusahaan. Infrastruktur ini mencakup server, jaringan, data center, cloud, sistem operasi, storage, dan keamanan dasar IT.

Profesional di bidang ini sering disebut sebagai IT Infrastructure Staff, IT Infrastructure Engineer, System Engineer, atau Network Engineer, tergantung lingkup dan level tanggung jawabnya.

Tugas dan Tanggung Jawab IT Infrastructure

1. Mengelola Server dan Sistem Operasi

IT Infrastructure bertanggung jawab memastikan server fisik maupun virtual berjalan optimal, termasuk instalasi, konfigurasi, update, dan monitoring sistem operasi seperti Linux atau Windows Server.

2. Mengelola Jaringan (Network Management)

Mereka memastikan jaringan LAN, WAN, VPN, dan konektivitas internet berjalan stabil, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis.

3. Menjaga Keamanan Infrastruktur IT

IT Infrastructure berperan dalam penerapan firewall, antivirus, patching sistem, akses kontrol, dan kebijakan keamanan dasar untuk mencegah gangguan maupun serangan siber.

4. Monitoring dan Troubleshooting Sistem

Ketika terjadi gangguan pada server, jaringan, atau layanan IT, tim infrastruktur melakukan analisis dan perbaikan agar sistem cepat pulih.

5. Backup dan Disaster Recovery

Mereka mengatur sistem backup data dan rencana pemulihan (disaster recovery plan) untuk meminimalkan risiko kehilangan data.

6. Pengelolaan Data Center dan Cloud

IT Infrastructure mengelola server on-premise maupun cloud (AWS, Azure, GCP), termasuk alokasi resource dan efisiensi penggunaan.

7. Dokumentasi dan Standarisasi Sistem

Seluruh konfigurasi, topologi jaringan, dan prosedur operasional didokumentasikan untuk menjaga konsistensi dan memudahkan audit.

Skill yang Dibutuhkan

Hard Skills

  • Manajemen server (Windows Server, Linux).
  • Networking (TCP/IP, DNS, DHCP, VLAN, VPN).
  • Virtualisasi (VMware, Hyper-V, Proxmox).
  • Cloud computing (AWS, Azure, GCP – dasar).
  • Sistem backup dan recovery.
  • Keamanan jaringan dan sistem.

Soft Skills

  • Problem solving dan analitis.
  • Ketelitian dan tanggung jawab tinggi.
  • Manajemen waktu dan prioritas.
  • Kemampuan dokumentasi teknis.
  • Komunikasi dengan user non-teknis.

Kualifikasi Umum

  • Pendidikan D3/S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer, atau setara.
  • Memahami dasar jaringan dan sistem operasi.
  • Pengalaman troubleshooting IT menjadi nilai tambah.
  • Sertifikasi (opsional): MTCNA, CCNA, CompTIA Network+, Linux+, AWS Cloud Practitioner.

Jenjang Karier IT Infrastructure

  • IT Infrastructure Support / Staff
  • IT Infrastructure Engineer
  • Senior Infrastructure Engineer
  • System & Network Architect
  • IT Manager / IT Operations Manager
  • Head of IT / CTO

Prospek Kerja

Profesi IT Infrastructure dibutuhkan di hampir semua industri, seperti:

  • Perusahaan manufaktur
  • Perbankan dan keuangan
  • Startup dan perusahaan teknologi
  • Rumah sakit dan institusi pendidikan
  • Perusahaan FMCG
  • Data center dan cloud service provider

Selama perusahaan masih bergantung pada sistem IT, profesi ini akan selalu relevan.

Gaji IT Infrastructure di Indonesia

(Estimasi rata-rata)

  • IT Infrastructure Staff: Rp5.000.000 – Rp8.000.000
  • IT Infrastructure Engineer: Rp8.000.000 – Rp15.000.000
  • Senior Engineer: Rp15.000.000 – Rp25.000.000
  • IT Manager: Rp20.000.000 – Rp40.000.000+

FAQ  tentang IT Infrastructure

Apa bedanya IT Infrastructure dan IT Support?

IT Support fokus pada bantuan user, sedangkan IT Infrastructure mengelola sistem inti seperti server dan jaringan.

Apakah IT Infrastructure harus bisa coding?

Tidak wajib, tetapi scripting dasar (Bash, PowerShell) sangat membantu.

Apakah profesi ini hanya mengurus hardware?

Tidak, mencakup hardware, software, jaringan, cloud, dan keamanan.

Apakah IT Infrastructure bekerja shift?

Di beberapa perusahaan, ya, terutama yang beroperasi 24/7.

Apa tantangan terbesar profesi ini?

Downtime sistem, keamanan siber, dan tekanan saat terjadi gangguan besar.

Apakah profesi ini cocok untuk fresh graduate?

Cocok, terutama sebagai IT Infrastructure Staff atau Junior Engineer.

Apakah IT Infrastructure harus memahami cloud?

Saat ini sangat disarankan karena banyak sistem sudah beralih ke cloud.

Apa tools yang sering digunakan?

Monitoring tools, firewall, server management tools, dan cloud console.

Apakah IT Infrastructure berhubungan dengan cybersecurity?

Ya, terutama pada aspek keamanan dasar dan pencegahan.

Apakah profesi ini bisa bekerja remote?

Sebagian bisa, tetapi banyak tugas tetap membutuhkan onsite.

Apakah sertifikasi penting untuk karier IT Infrastructure?

Tidak wajib, tetapi sangat membantu peningkatan karier dan gaji.

Apa perbedaan IT Infrastructure dan DevOps?

IT Infrastructure fokus stabilitas sistem, sedangkan DevOps fokus otomatisasi dan kolaborasi development-operation.

Related Posts

One thought on “Mengenal Profesi : IT Infrastructure

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *